Rabu, 03 Desember 2014

Review Jurnal Teknologi Informasi yang Berhubungan Dengan Akuntansi



Saya akan menjelaskan Review Journal mengenai Konsep Pengauditan Dalam LingkunganPengelohan Data Akuntansi Terkomputerisasi yang dibuat oleh Yulius Jogi Christiawan yang terdiri dari penjelasan Jurnal, Kelebihan dan Kekurangan Jurnal, danb kesimpulan dari jurnal tersebut.
I.            PENJELASAN JURNAL

A.     KONSEP PENGAUDITAN
Pengauditan adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Daridefinisi ini terlihat beberapa kata kunci yang terkait dengan audit dan bagaimana komputer mempengaruhinya yaitu:
Systematic Process
Ini berarti pengauditan merupakan proses yang terstruktur dan logis. Untuk sistem yang terkomputerisasi, pendekatan yang sistematis dalam audit akan sulit dilakukan karena auditor tidak dapat melihat secara visual proses yang dilakukan oleh komputer atau file yang dihasilkan.

Memperoleh dan Mengevaluasi Bukti
Bukti yang dikumpulkan harus membuktikan bahwa struktur pengendalian telah berfungsi sebagaimana ditetapkan dan isi file yang dihasilkan komputer benar-benar mencerminkan transaksi perusahaan.

Memastikan kesesuaian antara asersi dengan standar yang ditetapkan
Proses memastikan kesesuaian akan menjadi lebih kompleks untuk transaksi yang
diproses dengan komputer, karena sulit untuk memastikan apakah program komputerdan
file yang diberikan kepada auditor independen benar-benar yang digunakan.

Mengkomunikan hasil pemeriksaan
Auditor independen tidak hanya mengkomunikasikan hasil pemeriksaan yang terkait dengan laporan keuangan tetapijuga temuan lain yang terkait dengan sistem pemrosesan data terkomputerisasi.

Memahami Struktur Pengendalian Internal, Penilaian Resiko Pengendalian dan  Substantive Testing
Tujuan memahami struktur pengendalian internal adalah untuk:
• Mengidentifikasi potensi salah saji yang mungkin akan terjadi dalam laporan keuangan
• Mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi resiko salah saji yang material
• Merancang pengujian substantive yang akan digunakan

Tahap berikutnya dari proses sistematis adalah menilai resiko pengendalian.Penilaian resiko pengendalian adalah proses mengevaluasi efektivitas kebijakan struktur pengendalian internal dan prosedur-prosedur untuk mencegah atau mendeteksi salah saji yang material dalam laporan keuangan. Untuk hal ini auditor melakukan test of control. Jika struktur pengendalian dirasa kuat maka auditor bias mengurangi prosedur audit berikutnya (substantive test) yang
akan dilakukan.
Tahap berikutnya dari proses pengauditan adalah prosedur substantive test. Substantive tests
meliputi pengujian saldo (tests of balances)dan prosedur analisis(analytical procedures) terhadap informasi keuangan. Tujuan pengujian ini adalahmenentukan apakah program komputer telah memproses transaksi dengan benar. Dalam pengujian saldo auditor komputer akan memeriksa apakah isi master file dan transaction file merupakan hasil proses komputer. Selanjutnya komputer akan sangatmembantu auditor independen dalam melakukan prosedur analisis. Komputer dengan cepat dapat melakukan penghitungan rasio, trend analisis menghitung prosentase dan lain-lain.

B.     PENILAIAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS RESIKO PENGENDALIAN
Resiko pengendalian dinilai dalam kaitannya dengan asersi laporan keuangan yaitu, keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence), kelengkapan (completeness), hak dan kewajiban (right and obligation), penilaian atau alokasi (valuation or allocation), penyajian (presentation and disclosure).

Definisi dan Konsep Dasar Struktur Pengendalian Internal
Struktur pengendalian dapat berupa kebijakan dan prosedur yang diciptakan oleh perusahaan untuk menjamin bahwa tujuan yang dibuat perusahaan akan tercapai.
Terdapat tiga elemen struktur pengendalian internal yaitu lingkungan pengendalian, sistem akuntansi dan prosedur pengendalian.

Lingkungan pengendalian (control environment) adalah berbagai faktor yang bias memperkuat atau memperlemah efektivitas kebijakan dan prosedur yang dibuat oleh perusahaan. Faktor-faktor tersebut meliputi:
• Filosofi manajemen dan gaya manajerial
• Struktur organisasi
• Fungsi dewan direksi dan dewan komite, terutama komite audit
• Metode pemberian otoritas dan tanggung jawab
• Metode pengendalian manajemen untuk memonitor dan menindaklanjuti kinerja manajerial,   termasuk didalamnya fungsi internal audit
• Kebijakan dan praktek personalia
• Bermacam-macam pengaruh ekternal terhadap operasional perusahaan.

Sistem akuntansi (accounting system) terdiri dari metode dan catatan yang dibuat untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, mengklasifikasi, mencatat dan melaporkan transaksi perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Suatu system akuntansi yang efektif harus mampu untuk :
• Mengidenfikasi dan melaporan seluruh transaksi yang sah
• Menyajikan suatu transaksi dengan cukup detail dan pada pos yang tepat dalam pelaporan keuangan
• Mengukur nilai transaksi dalam satuan moneter dengan cara yang tepat
• Mencatat suatu transaksi dalam periode akuntansi yang tepat
• Menyajikan transaksi sebagaimana mestinya dalam laporan keuangan.

Prosedur pengendalian (control procedures) adalah kebijakan dan prosedur yang terkait dengan lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi. Prosedur tersebut meliputi:
• Otorisasi yang layak atas transaksi dan aktivitas
• Pembagian tugas
• Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai
• Pengamanan yang memadai atas penggunaan assets dan catatan
• Adanya pemeriksaan independen atas kinerja dan jumlah nilai yang tercatat.

Memahami Stuktur Pengendalian
Auditor harus mamahami struktur pengendalian untuk merencanakan pengujian atas saldo dan transaksi. Masalah yang harus dilihat dalam pengujian tersebut adalah:
• Jenis salah saji yang dapat terjadi
• Resiko jika suatu salah saji terjadi
• Faktor-faktor yang mempengaruhi perancangan substantive test
• Penilaian resiko bawaan (inherent risk)
• Materialitas
• Kompklesitas dan kerumitan operasional dan sistem perusahaan.
• Untuk mengerti tentang struktur pengendalian, auditor perlu mendapat informasi tentang :
• Penggolongan transaksi perusahaan dalam laporan keuangan
• Bagaimana suatu transaksi terjadi
• Catatan akuntansi, dokumen pendukung, informasi yang hanya dapat dibaca dengan bantuan komputer dan akun-akun khusus dalam laporan keuangan
• Bagaimana suatu transaksi diproses sehingga menghasilakan laporan keuangan.
• Proses pelaporan keuangan yang digunakan untuk menghasilakn laporan keuangan, termasuk estimasi akuntansi dan penyajiannya.

C.     PENGARUH EDP TERHADAP PENILAIAN AUDITOR ATAS RESIKO PENGENDALIAN
Dalam lingkungan sistem informasi akuntansi yang berbasis computer diperlukan pengendalian tambahan selain pengendalian secara umum seperti yang telah diuraikan di atas. Pengendalian tambahan tersebut adalah pengendalian umum (general controls) dan pengendalian aplikasi (application controls). Dalam bagian berikut diuraikan pengaruh EDP terhadap pengendalian dan jejak audit (audit trail), pengendalian umum (controls) dan pengendalian aplikasi (application controls), penilaian resiko pengendalian dan pengujian pengendalian (tests of controls).

Pengaruh EDP terhadap Pengendalian Akuntansi
Berikut beberapa contoh pengaruh EDP terhadap pemrosesan data akuntansi.
• Aktivitas yang sebelumnya terdesentralisasi dan dilakukan oleh beberapa tenaga   administrasi dengan adanya komputer akan tersentralisasi dalam suatu program komputer. Contoh, sebuah program penghitungan gaji akan menggantikan tugas pegawai yang menghitung gaji kotor, pegawai yang menghitung pajak penghasilan karyawan, pegawai yang menulis cek, pegawai yang membuat dan memposting kebuku besar dan pegawai yang memverifikasi seluruh kegiatan tersebut.
 Hilangnya jejak audit karena semakin sedikitnya dokumen yang terlibat dalam suatu  transaksi. Tersimpannya prosedur, program dan data dalam suatu computer menuntut auditor percaya terhadap komputer dan program untuk melihat langkah-langkah pemrosesan dan data yang terkait.
  Semakin berkurangnya orang yang terlibat dalam pemrosesan data akuntansi karena adanya komputer, mengurangi pemeriksaan secara visual untuk mendeteksi kesalahan dibandingkan dengan pemrosesan secara manual.
   Apabila suatu program salah maka program tersebut akan menyebabkan pemrosesan data yang salah secara sistematis dan berlangsung cepat.

  Jejak Audit (audit trail) Suatu Sistem EDP
Jejak Audit (audit trail) didefinisikan sebagai catatan yang memungkinkan sebuah transaksi dapat ditelusur dari dokumen sumber menuju ke sebuah ringkasan total(laporan keuangan) atau sebaliknya yaitu menyediakan jejak sebuah jumlah ringkasan total kembali menuju dokumen sumbernya. Sebuah sistem EDP dapat mempengaruhi jejak audit sebagai berikut:
• Dokumen sumber, terekam dalam sebuah machine-readable input medium yang sulit untuk di-access tanpa menggunakan bantuan komputer. Contoh perusahaan yang mempunyai system manual, dimana setiap time carddikirim ke lokasi yang terpusat untuk proses pengggajian. Komputer mengubah ke sistem on-linedimana data dimasukkan ke komputer melalui terminal. Time card dapat diisi dari 22 lokasi yang terdesentralisasi.
• Dalam beberapa sistem, dokumen sumber dapat dielimininasikan melalui penggunaan direct input devices. Contoh, seorang salesman dapat meng-input setiap order pesanan ke dalam komputer dari pada menulis pesanan penjualan secara lengkap.
• Fungsi buku besar digantikan dengan master file                 
• Setiap pemrosesan data tidak harus menyediakan daftar transaksi atau jurnal.
• Tidak selalu diperlukan penyediaan output berupaprint out secara rutin untuk catatan-
  catatan masa lalu. File-file dapat disimpan pada media komputer dan laporan hanya  disediakan untuk informasi yang bersifat pengecualian.
 File-file disimpan pada sebuah magnetic medium yang tidak dapat dibaca kecuali dengan bantuan komputer dan program. Contoh file persediaan disimpan pada magnetic tape memerlukan penggunaan komputer dan sebuah program untuk printout atau analisis.
• Urutan pencatatan dan aktivitas pemrosesan sulit untuk diamati karena banyak yang dilakukan oleh computer.
Pengendalian Umum (General Controls) dan Pengendalian Aplikasi(Application Controls)
Pengendalian Umum meliputi :
• Pengendalian Organisasi, Praktik Personalia, Standar Prosedur Operasional
• Pengendalian Pengembangan Sistem dan Pengendalian Dokumen
• Pengendalian Hardware dan Sistem Software
• Pengendalian Sistem Pengamanan.

Pengendalian Aplikasi meliputi:
• Pengendalian DataCapture dan Batch Data Entry
• Pengendalian On-Line Entry, Processing dan Output

Pengendalian organisasi (organization controls) meliputi pemisahan fungsi antara pemakai
(user) dengan bagian EDP dan pemisahan fungsi di dalam bagian EDP itu sendiri. Praktik personalia (personnel practices) meliputi pengendalian yang seharusnya ada yang terkait dengan fungsi personalia, yaitu rekruitmen, pelatihan, promosi jabatan, penggajian dan sebagainya. Standar prosedur operasional (standard operating procedures) Pengendalian ini akhirnya akan mengurangi kesalahan yang diakibatkan oleh ketidakmengertian terhadap prosedur operasional. Pengendalian pengembangan sistem dan dokumen (systems development and documentation controls) diperlukan untuk menjamin bahwa sistem yang dikembangkan dan diimplementasikan akan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. Pengendalian hardwaredan sistem software (hardware and systems software controls) dilakukan agar kesalahan dalam pemrosesan data yang diakibatkan olehkerusakan hardware dan sistem software tidak terjadi. Pengendalian sistem pengamanan (system security controls) dilakukan agar hanya orang-orang yang berwenang yang dapat meng-access dan mengoperasikan system sehingga modifikasi terhadap program atau file tidak terjadi. Pengendalian aplikasi meliputi pengendalian terhadap proses data yang dilakukan oleh komputer. Pengendalian tersebut mulai dari data capture, data entry, data processing dan output.
Penilaian Resiko Pengendalian
Pemeriksaan komputer memerlukan penilaian pengendalian dalam dua area diluar computer yaitu :
• Auditor harus menilai pengendalian dalam semua aplikasi yang digunakan. Penilaian ini dilakukan baik secara manual, mekanik maupun dengan bantuan komputer.
• Auditor harus menilai pengendalian yang terdapat di bagian EDP dan bagian pemakai (user). Penilaian ini meliputi evaluasi atas pengendalian EDP dan pengendalian user. Pengendalian EDP meliputi pengendalian yang dilakukan oleh personel EDP atau komputer itu sendiri dalam melakukan input, process dan output.

Dalam menilai resiko pengendalian, auditor memiliki tiga alternative dalam kegiatannya yaitu:
• Auditor menyimpulkan bahwa resiko pengendalian cukup rendah sebagai dasar untuk membatasi pengujian substantif. Auditor kemudian akan merancang
pengujian substantif berdasarkan kesimpulan resiko pengendalian yang rendah ini.
• Auditor menyimpulkan bahwa resiko pengendalian adalah tinggi karena pengendalian-pengendalian yang terkait dengan EDP adalah lemah. Karena auditor menyimpulkan bahwa pengendalian EDP lemah maka auditor tidak akan melakukan pengujian terhadap pengendalian (test of controls) tetapi langsung melakukan substantive test.
• Auditor memutuskan untuk tidak melakukan penilaian resiko pengendalian karena
pengendalian EDP kuat dan pekerjaan tambahan untuk menilai resiko tersebut dalam biaya tidak efektif.

Selain menilai resiko pengendalian, auditor EDP juga akan menilai user controls dan hubungan antara user controls dan EDP controls untuk masing-masing aplikasi. Ada
beberapa alasan auditor memutuskan untuk menilai user controls yaitu:
• Auditor menyimpulkan bahwa fokus terhadap user controls akan lebih efisien biayanya daripada fokus pada EDP controls.
• Auditor memfokuskan padauser controls sesudah menyimpulkan bahwa EDP controls adalah lemah.
• Auditor menyimpulkan bahwa gabungan antara user controls dan EDP controls adalah pendekatan terbaik untuk menentukan keseluruhan resiko pengendalian.

Pengujian Pengendalian dalam Komputer Auditing
Pengujian pengendalian di dalam komputer auditing serupa dengan pengujian dengan system manual karena tujuannya adalah untuk menentukan apakah pengendalian telah berfungsi sesuai dengan yang sudah ditetapkan atau belum. Pengujian ini berbeda karena melibatkan komputer di dalamnya, sehingga diperlukan prosedur-prosedur yang khusus.

D.     SUBSTANTIVE TESTING KECUKUPAN PENGUMPULAN BUKTI YANG KOMPETEN
Tujuan substantive test adalah untuk mendeteksi adanya kesalahan (error) data keuangan di dalam neraca atau akun-akun. Ada dua komponen dalam substantive test yaitu:
1. Pengujian detail transaksi dan pengujian saldo
Ruang lingkup dan pendekatan pengujian detail transaksi dan saldo akan berbeda-
beda tergantung kerumitan sistem yang digunakan. Semakin komplek system komputernya, semakin sulit untuk menelusuri transaksi-transaksi yang terjadi.

2. Prosedur analitis
Prosedur analitis dilakukan untuk mendeteksi hubungan yang tidak wajar diantara
dan informasi keuangan. Aspek utama dalam prosedur analitis adalah membandingkan sekumpulan informasi-informasi keuangan

E.       PERAN COMPUTER AUDITOR DAN KOMPUTER DALAM MELAKUKAN TEST OF CONTROLS DAN SUBSTANTIVE TEST

Auditing through the computer berarti auditor menganggap computer dan program-program yang ada didalamnya sebagai target audit. Target berarti bahwa auditor berfokus pada komputer dan program-programnya secara langsung sebagai pengganti pemeriksaan terhadap hasil dari proses komputer seperti print-out atau files. Titik tekan auditor adalah pemeriksaan pada operating system software dan application program software.  Auditing with the computer memberlakukan computer dan program-programnya sebagai alat auditor untuk melakukan audit. Komputer dipakai sebagai alat untuk pengambilan sample, untuk  scan
terhadap piutang dan menyiapkan surat konfirmasi.

Pendekatan through dan arround kadang-kadang digunakan dalam kombinasi. Auditor memeriksa dengan through dan around komputer atau menggunakan kombinasi dari pendekatan-pendekatan ini adalah sebuah fungsi dari banyak hal. Diantaranya adalah efisiensi biaya dari pendekatan yang ada, keuntungan yang dicapai, tersedianya komputer dan programnya, tersedianya jejak audit dan dokumen pendukungnya serta kompetensi auditor dibidang komputer.

Masalah berikutnya yang harus dipecahkan oleh auditor adalah masalah kapan auditing
dilaksanakan, pada saat proses berjalan atau pada saat proses sudah selesai. Auditing
pada proses yang sedang berjalan berarti auditing dilakukan pada saat proses sedang berjalan. Hal ini berarti informasi dikumpulkan dan prosedur audit dilakukan pada saat program sedang berjalan. Auditing pada saat proses sudah selesai berarti auditing dilakukan pada saat proses sudah selesai. Prosedur  ini biasanya dilakukan dengan mencetak hasil sebuah program aplikasi.

Masalah lain yang harus dijawab juga adalah dimana auditing akan dilakukan, pada fase proses atau pada hasil proses. Auditing pada fase proses berkaitan dengan menilai resiko pengendalian yang meliputi penilaian pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Auditing pada hasil proses berkaitan dengan pengumpulan bukti yang cukup dengan penekanan pada saldo masing-masing akun.

Masalah terakhir yang harus dijawab adalah penentuan bagian yang akan diaudit.Bagian
yang diaudit bisa berupa program, files atau systems.

II.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL

KELEBIHANNYA :
1.      Pelaksanaan audit lebih sederhana
2.      Auditor yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.
3.       Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
4.      Auditor akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
5.      Auditor dapat menilai kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi perubahan lingkungan

KEKURANGANNYA :
1.      Jika lingkungan berubah, maka kemungkinan sistem itu akan berubah dan perlu penyesuaian sistem atau program-programnya, bahkan mungkin struktur data/file, sehingga auditor tidak dapat menilai atau menelaah apakah sistem masih berjalan dengan baik.
2.      Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
3.      Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik.
4.      Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
5.      Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif.

III.         KESIMPULAN
Konsep auditing berkaitan dengan penilaian resiko dan cara pengujiannya serta pengujian lain yang dilakukan untuk mendapatkan bukti yang cukup untu mendukung pendapat auditor independen. Dalam menilai resiko pengendalian untuk perusahaan yang menggunakan teknologi komputer, auditor independen harus mempertimbangkan resiko pengendalian yang timbul sebagai akibat digunakannya teknologi komputer. Pengendalian tambahan yang harus dilihat meliputi pengendalianumum (general control) dan pengendalian aplikasi (application control). Auditor dalam melakukan pemeriksaan terhadap komputer dapat menggunakan atau menggabungkan tiga pendekatan yaitu pendekatan auditing around the computer, auditing through the computer dan auditing with the computer





Rabu, 12 November 2014

Menteri Agama "LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN"



Lukman Hakim Saifuddin



        Lukman Hakim Saifuddin lahir di Jakarta, 25 November 1962, dan sekarang ia berumur 51 tahun adalah Menteri Agama Indonesia yang menjabat sejak 9 Juni 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II dan ia kembali menjadi menteri di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan mewakili Jawa Tengah. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014. Lukman Hakim merupakan tokoh NU dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988. Selanjutnya pada tahun 1988-1999 Lukman berkiprah di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU sebagai Wakil Sekretaris, Kepala Bidang Administrasi Umum, Koordinator Program Kajian dan Penelitian, Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan, hingga menjadi Ketua Badan Pengurus periode 1996-1999.

         Pada 9 Juni 2014, Lukman Hakim resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama. Lukman juga merupakan anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri. Ia menikah dengan Trisna Willy dan dikaruniai 3 orang anak yaitu Naufal Zilal Kemal, Zahira Humaira dan Sabilla Salsabilla.

     Sosok Lukman yang memiliki karakter kuat ini menampilkan citra baru PPP yang waktu itu diidentikkan sebagai partai kaum tua. Keberadaan nya di PPP mulai awal  1990-an menjadi sosok munculnya generasi baru di partai Islam. Dan belakangan ini hampir 80 persen dari kepengurusan PPP tingkat pusat didominasi kaum muda.

       Meski telah menjadi salah satu pimpinan MPR, namun tidak menjadikannya terkurung dalam ritual seremonial yang sunyi dari hiruk pikuk politik. Justru di lembaga yang semula kokoh itu dia merasa mendapat tantangan baru yang tak kalah menarik. MPR hasil modernisasi konstitusi bukan semata berfungsi seremonial, tetapi juga mengemban amanah penting. Yaitu membumikan konstitusi hasil reformasi yang bercirikan prinsip demokrasi, saling mengimbangi dan saling kontrol antar lembaga negara, dan peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dalam tatanan kehidupan bangsa.

        Tak jarang, mantan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) periode 2011-2015 ini terdengar cukup nyaring menyuarakan suara-suara kritis terkait berbagai persoalan bangsa yang muncul dalam masyarakat.

         Lukman hakim saifuddin menteri semua agama. Menurut berbagai sumber yang  saya baca,dan saya berpendapat bahwa Lukman bisa disebut sebagai politisi muda PPP yang berbeda dari lainnya. Mengapa? Sosoknya yang cerdas dan modern membawa citra baru dalam tubuh PPP, yang masih diidentikan sebagai partai kaum tua. Sebagai menag pengganti, dia mengemban tugas cukup berat untuk membenahi penyelenggaraan ibadah haji yang tercemar dengan kasus korupsi.

      Koordinator Indonesia Corrupion Watch (ICW) Ade Irawan, berpendapat bahwa Lukman adalah menteri pertama yang mendatangi kantor ICW. Sebab, pihak ICW selektif dalam menerima kunjungan lembaga atau individu. Ade menilai, Lukman penuh kemauan dan benar-benar mendorong perubahan. Menurut saya, Pembawaan Lukman yang supel dan bisa diterima semua kalangan diperoleh sejak menjadi aktivis,karena dari beberapa sumber yang saya baca Selain aktif di Helen Keller International, dia juga pernah bergabung dalam The Irian Jaya Community Eye Care Project, mengikuti pendidikan Community Organizer in Health and Development in Asian Rural Settings di Asian Health Institute Nagoya, Jepang, dan di Curtin University Perth, Australia, serta menjadi anggota Komisi Pengawas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2004-2007.

         Saya mengharapkan bahwa Sosok Lukman  mampu menjadi menteri bagi semua umat beragama. Ia pernah berkata bahwa ‘’Prinsipnya, setiap warga negara punya hak yang sama untuk tinggal di kampungnya dan beribadah. Meskipun beda keyakinan, tapi semua dijamin konstitusi negara kita,” kata pria yang pernah menjadi penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai manajer proyek di Helen Keller International.kalimat Itu yang mendasari saya yakin bahwa lukman mampu menjadi menteri bagi semua umat beragama.

       Lukman memang dikenal sebagai sosok yang tidak ambisius. Lukman mengaku tak mengejar  jabatan. Dia malah lebih senang kalau ada orang yang lebih pantas melanjutkan tugasnya sebagai Menag  menggantikannya kelak. sikapnya yang tidak ambisius juga membuatnya beda dari yang lain,disaat semua orang berlomba lomba untuk menjadi seorang menteri namun ia dengan suka rela memberikan jabatannya pada orang ang menurutnya lebih pantas melanjutkan tugasnya sebagai Menag.

        Sebagai Menag, Lukman pun sekarang mengaku ingin meneruskan perjuangan ayahnya, menjaga religiusitas dan kerukunan bangsa.  Menurutnya, sebagai anak menteri, Lukman Hakim juga ingin memelihara dan menjaga upaya yang pernah dirintis ayahnya. “Jika memungkinkan, dapat mengembangkannya sesuai dengan zaman yang ada,” paparnya sembari menegaskan bahwa  menjadi Menteri Agama merupakan kehormatan, sekaligus  amanah yang penuh tantangan.

        Saya juga suka dengan kepribadiannya yang sangat mencintai ibunya. Menurutnya, ibu adalah sosok yang sangat luar biasa. Menag mengaku bahwa orang yang pertama kali mengajarkan Al-Quran  adalah ibunya. Demikian juga yang mengajari membaca. “Saya bisa membaca karena ibu. Jadi, ibu adalah sosok yang luar biasa,” terangnya.

      Dan harapan saya kepada menteri agama yang sekarang  yaitu semoga kehidupan beragama di Indonesia tentram dan tidak ada lagi kekerasan dan pendekriditan yang mengatasnamakan agama. Karena, sesungguhnya agama itu semua mengajarkan kedamaian dan cinta. Dan semoga menteri agama dapat menjalankan amanahnya dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab.

Produk Indonesia "EXTRA JOSS"



EXTRA JOSS

Extra Joss adalah produk minuman energi yang dipasarkan oleh PT Bintang Toedjoe mulai sejak pada tanggal 25 November 1994. Sasarannya adalah olahragawan, pelajar, dan pegawai yang ingin mempertahankan konsentrasi dalam jangka waktu lama. Bentuknya bubuk dan dijual dalam sachet, dan mengandung antara lain kafein dan ginseng mutu.
Ide nama Extra Joss diperoleh karena mudah diingat, sederhana, berkesan segar dengan dua huruf "s" ganda yang kuat dan personality-nya cocok dengan produk sachet yang akan dikembangkan. Kata "joss" berasal dari dipercakapan pergaulan masyarakat Surabaya yang dikenal suka bersuara lantang dan blak-blakan. Di sana "joss" bermakna manjur atau oke. Tidak mengherankan bila B7 kemudian memilih Jawa Timur sebagai lokasi peluncuran perdana produk Extra Joss, khususnya di kota Surabaya dan Malang.
Penayangan TV komersial dan radio dengan slogan terkenal "Ini biangnya. Buat apa beli botolnya?" membuat produk Extra Joss naik daun sehingga terjadi kehabisan stok di mana-mana dan memacu pabrik beroperasi non-stop. Begitu sukses menembus kalangan man of street, citra Extra Joss kemudian ditingkatkan ke kalangan menengah ke atas, sekaligus menunjukkan kebesaran dan kekuatannya. Extra Joss Biang 2000, ikut mewarnai tema pergantian ke tahun berikutnya.
 

         








         Di tahun 2001, Extra Joss kemudian dikomunikasikan sebagai menembus impian dan emosi masyarakat dengan memakai tajuk Generasi Biang (Genbi). Muncullah kemudian sosok-sosok yang dianggap sebagai Generasi Biang sebagai cerminan personifikasi Extra Joss yang maju dan anti kemapanan, misalnya : Ahmad Dhani dari grup musik Dewa, Sujiwo Tejo, Melly Goeslaw, Sarah Sechan, Taufik Hidayat (atlet bulutangkis), dan Lisa Rumbewas (atlet angkat besi wanita) sebagai icon generasi itu. "Join The Genbi" muncul di banyak acara Extra Joss.
Tahun 2001 diluncurkan Extra Joss Tab (tablet effervescent) yang lebih premium dan eksklusif. Tujuannya adalah untuk bersaing dengan merek dalam kemasan botol yang dipersepsikan premium untuk kelas atas.

        Pada pesta Piala Dunia 2002, Extra Joss mengundang pemain sepak bola terkenal dari Italia, Alessandro Del Piero menjadi bintang iklannya dan meningkatkan brand image Extra Joss ke taraf internasional. Tidak berhenti sampai disitu, Extra Joss juga menjalin hubungan emosional dengan konsumen Indonesia dengan menggelar program mendukung kegiatan masyarakat seperti ibadah kurban.
Pada 2003, Majalah SWA Sembada dan perusahaan riset pasar MARS memberikan Extra Joss penghargaan Indonesian Best Brand Award (IBBA) sebagai merek terbaik untuk kategori minuman energi non-cair. Selama tiga tahun berturut-turut pada 2001, 2002, dan 2003 Extra Joss menerima anugerah Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) sebagan minuman energi dalam bentuk serbuk oleh Majalah SWA Sembada dan Frontier.
Di tahun 2003, Extra Joss menerima anugerah Asia Pacific Excellent Award serta National Consumers' Quality Award untuk merek paling berharga dalam kategori minuman energi di negara Filipina, di mana Extra Joss juga menjadi market leader di katogori minuman energi.


Extra Joss X diluncurkan pada Januari 2004. Sebuah produk baru dalam kemasan kaleng 250 ml. Kemasannya mewah dengan warna kuning keemasan ditujukan untuk konsumen kelas atas.
Pada bulan April 2004, diluncurkan juga Extra Joss LG, dengan kemasan berwarna merah, yang mengandung L-Glutamine.

Extra Joss melakukan reformulasi Extra Joss original menjadi Extra Joss Active B7 pada 10 Mei 2005. sebagai langkah nyata untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas Extra Joss. Pada 26 Mei 2005 diluncurkan Extra Joss Endurans yang memiliki kelebihan di sisi daya tahan untuk beraktivitas.


          Pada even Piala Dunia 2006, Extra Joss kembali mengundang pemain sepak bola asal Portugal yang bergabung dalam klub Manchester United yaitu Cristiano Ronaldo sebagai endorser Extra Joss, yang datang ke Indonesia juga dalam rangka peduli kemanusiaan untuk korban tsunami Aceh.
Berkaitan dengan momen Piala Dunia 2006, Extra Joss menciptakan genre baru dalam persepakbolaan yang disebut Boladiator. Boladiator adalah permainan sepakbola setengah lapangan bergawang satu, dengan jumlah pemain dari masing-masing tim berjumlah tujuh orang. Mereka akan bermain dalam empat babak (masing-masing babak, tujuh menit). Program Boladiator ini sudah digelar di 6 kota yakni Semarang, Jogyakarta, Surabaya, Makasar, Bandung dan Medan. Di luar dugaan peserta Boladiator bukan hanya kalangan mahasiswa dan klub amatir melainkan juga klub-klub elit seperti PSSI All Star. Bahkan ketika Boladiator digelar di Medan jumlah penontonnya tidak kurang dari 30.000 orang.


         Pada saat Piala Dunia 2006 berlangsung Extra Joss juga menggelar Bolaskop atau nonton bareng pertandingan sepakbola di layar lebar seperti menyaksikan bioskop yang diselenggarakan di ratusan titik. Melalui layar raksasa yang dipasang itu masyarakat bisa nonton bareng secara gratis sambil menikmati berbagai hiburan, aneka games dan hadiah merchandiser menarik dari Extra Joss. Kegiatan tersebut didukung seluruh kantor cabang Extra Joss di seluruh Indonesia.
Berbagai penghargaan diperoleh Extra Joss pada tahun 2006. Setelah meraih penghargaan Superbrand Awards tahun 2004, Extra Joss kembali dianugerahkan sebagai merek populer untuk kategori minuman energi 2006. Penghargaan ini diberikan The Indonesia Best Brand Award (IBBA). Bagi Extra Joss penghargaan ini merupakan kelima kalinya. Sejak tahun 2002, Extra Joss secara berturut-turut menduduki peringkat tertinggi, bahkan di tahun 2005 berhak mendapatkan Golden Best Brand Award.


      Januari 2007, PT Coca Cola Indonesia dan PT Bintang Toedjoe melakukan kerjasama dengan meluncurkan Extra Joss Strike. Melalui kerjasama ini, Coca Cola System di Indonesia berhak untuk memproduksi dan mendistribusikan minuman energi siap saji berlabel "Extra Joss Strike".
         Pada Februari 2007, Extra Joss meluncurkan varian produk baru untuk melengkapi varian Extra Joss Active Rasa Original yakni Extra Joss Active Rasa Anggur Burst (kemasan warna ungu), Extra Joss Active Rasa Krim Soda (kemasan warna hijau), dan Extra Joss Active rasa Apel Blackcurrant (kemasan merah).


Varian lain Extra Joss, yaitu Joss Fit resmi dipasarkan secara nasional pada bulan Maret 2008. Joss Fit adalah minuman energi yang disajikan dalam bentuk hangat. Terdapat dua varian yaitu Joss Fit Jahe dan Joss Fit Teh Madu.

Di tahun 2009, Extra Joss menerima 3 penghargaan bergengsi, yaitu : Best Brand Platinum 2009 dari SWA dan Mars karena telah memenangkan IBBA 7 tahun berturut-turut,  Indonesia Customer Satisfaction Award 2009 dari SWA dan Frontier, serta The Most Powerful Distribution Performance 2009 dari SWA dan Majalah Mix.
Setiap produk yang dipasarkan dimasyarakat pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, sama halnya seperti Extra Joss, produk ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari produk ini adalah dapat membangkitkan gairah seseorang saat bekerja atau beraktifitas. lalu produk ini juga dapat digunakan untuk penderita diabetes dan orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah, dan membantu memelihara kesehatan tubuh, menyegarkan badan dan membantu metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi.
Namun disamping kelebihan yang dimiliknya, Extra Joss juga mempunyai kekurangan yaitu mengandung 0,06% [ADI 40 mg/kg BB] ASPARTAME. Apasih ASPARTAME itu? Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang Diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto.  Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula Dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena Dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson. Bagi penderita diabetes, hati-hati bila mengkonsumsi untuk jangka Waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat Menyebabkan koma, pengerasan otak atau sumsum tulang Belakang, lupus, bahkan meninggal.

Analisis STP Rumah Makan "Si Dower"



                Si Dower adalah nama bisnis rumah makan yang menyediakan berbagai makanan khas betawi. Diantaranya makanan yang disediakan adalah sayur asem, kerak telor, semur jenggol, dan masih banyak yang lainnya. Keunikan dari rumah makan Si Dower ini adalah mempunyai fasilitas permainan anak-anak, dan harganya pun terjangkau. Rumah makan ini sangat kental dengan adat betawi. Mulai dari dekorasinya yang membawa kita pada nuansa zaman dahulu. Pramuniaganya yang memakai pakaian khas betawi, sampai kasirnya pun memakai pakaian khas betawi.

  •    SEGMENTASI

Demografi, penjualan rumah makan ini ditujukan para penduduk dalam negeri maupun luar negeri. Makanan ini juga tidak menggunakan bahan penyedap rasa sehingga baik dan aman untuk semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Karena, selain tidak menggunakan penyedap rasa, bahan makanannya pun masih dalam kondisi fresh dan less colesterol.

  •  TARGETING

Target dari pemasaran rumah makan ini adalah para pecinta kuliner khas betawi, wisatawan, dan penduduk sekitar. Target pasar ini dinilai cukup baik karena dapat meningkatkan pemasaran dari para wisatawan yang berkunjung. Sehingga, dengan sendirinya rumah makan ini akan dikenal banyak orang hanya dengan melalui “mulut ke mulut”.

  •   POSITIONING

Setiap orang membuka suatu usaha pasti mempunyai LOGO dan SLOGAN yang membuat usahanya berbeda dari usaha yang lain. Berikut ini adalah LOGO dan SLOGAN dari rumah makan Si Dower. 

Logo

* Slogan 

          Bikin sayur sayurnya sawi 
          Bikin rujak di pondok gede 
          Rumah makan khas betawi 
          Cuma Si Dower yang ga ada duanye